Jumat, 21 Oktober 2011
Untukmu Bayangku
Untkmu byangku..
Ini bukan akhir dari sebuah cerita..
Dengan dingin aku pergi tanpa kecup hangat darimu...
Untuk bayangku...
Cukup kasih sayangmu yang kugenggam temaniku terhapus d hatimu..
Untukmu Bayangku yg telah menjadi nafas jiwaku..
Yang ada hanya hembusan kasihku untukmu,
yg kutiupkan bersama angin lalu yang pilu..
Untukmu bayangku yang kini menjadi denyut nadiku...
Setiap degupanku terucap selalu namamu dan mengalir di setiap tubuhku..
Untukmu bayangku yg telah menjadi bagian hidupku..
Sungguh aku menyayangimu seperti bayang tubuhku yang selalu mengikutiku..
Terlalu jauh aku
Membayangkanmu kini menjadi siksa !
Tak mw lagi aku membayangkanmu !
Enyahlah engkau bersama pejaman mata..
Ahk tapi kw hadir jua.. Maumu apa ?
Sungguh aku bosan bercumbu dngan bayangmu..
Sungguh akupun telah lelah mencoba melupakanmu..
Lantas, apa yang harus kulakukan ?
Memang salahku !
Terlalu jauh aku meletakkanmu d sudut hati..
Lantas, terlalu jauh pula aku untuk tarik kembali..
Bayang-bayangmu kini menjadi teman sepi, yg tentu kuhap pergi...
Bersama hari yang tertidur pulas !
SAYANGKU TAKAN PERNAH TENGGELAM
Sungguh sayangku takan pernah tengggelam
Meskipunkau tahu esok langit akan runtuh
bersama tetas hujan yang jatuh
dan Duniapun akan terhapus oleh angin yang berhembus.
Tapi percayalah rasa sayangku sedikitpun takan pernah pupus
Kehilanganmu kini menjadi ketakutanku yang tak bertepi
di setiap waktu yang membekukan diri
aku ingin selalu kau disisiku bagai bara api yang sanggup
mencairkan setiap kebekuan ini.
Sabtu, 24 September 2011
Jangan pergi
Skrang aq tiba d ujung senja menunggu tenggelam
dlm larutnya penantian,
tiada lg cahaya yg bisa kutampakkan,
untk skdar menyinari keanggunanmu,
sementara dlm sanubari msih tersimpan berjuta byangmu,
yg senantiasa tak kunjung padam d kegelapan htiku yg muram,
ucap htiku aq akan pergi dri mu malaikatku.
Namun bisik lirih byangmu menggema d sudut hatiku..
Dngn datar tpi hingar d jiwaku ia katakan.."Jangan pergy"
TEH HANGAT
Kini ku nikmati nyanyian hujan di louar jendela kamarku
rintiknya berbisik menyebut namamu
Bersama secangkir teh hangat di sampingku
aromanya berikan ketenangan bagiku
seperti halnya dirimu yang bagi teh hangat ini
Kubayangkan kau ada di depanku
memegang 1 ge4las teh hangat denganku
sambil menikmati nyanyian hujan sore ini
melodinya merdumembuat kita terhanyat dalam syahdu
Kini kita makin erat memengang segelas teh hangat
karena nyanyian hujan makin keras dan deras
kau pun beraliah dari tempatmu dan duduk di sampingku
dan masih memegang erat segelas teh hangat
bisik hujuanpun makin keras dan deras
dan kau lepas teh hngat beralih memeluk erat tubuhku
hujanpun cemburu akan aku dan dirimu
akhirnya diapun lenggang berlalu
Tapi kau tetap erat memelukku dan pelukmu,
melebihi teh hangat yang kita lepas
dan akhirnya ku ucapkan kepadamu
sungguh indah hidup di imajiku
Pancarkan Senyummu
bagai mana kau bisa sembuhlkan lukamu
sedangkan kau terus sembunyi di kekalutanmu
cobalah kau keluar!!
pancarkan senyumanmu pada setiap insan...
senantiasa lukamu kan terbalut
oleh semua adam yang berlutut mengharapmu
diantaranya aku yang berlutut mengharapmu
RASAKU BERUBAH deary
Kukatakan aku belum tahu apa yang aku rasa
Pertama aku hanya sekedar bercanda, bermain dengan perasaan
lambat laun perasaan itu berubah menjadi sesungguhnya
sumpah aku tak tahu apa yang harus ku perbuat
Aku sendsiri tak tahu apakah ini cinta????
atau sebatas suka, simpatik semata????
hatiku masih ragu berkata "AKU SUKA KAMU"
harus bagaimana diriku..????
Langganan:
Postingan (Atom)