Sabtu, 23 Februari 2013

Kenapa

Kau membuat hari bercadar , menutup rapat setiap jendela dan pintu. Melihat itu, ku tenbak mati mentari, agar tiada lagi terang di muka bumi hingga tak terlihat segala rupa mungkin itu maumu... biarkan air mata mengalir begitu saja... Tanpa aku harus tahu kapan akan berhenti, dan itu kenapa ??

SEPUCUK STANZA DI DAUN KERING

Sepucuk stanza di daun kering berisi larik pujian untuk seorang yang telah lama dikenal di tulis dengan tinta embun masih segar dan bening Saat itu .... pagi menyeruak dari timur masih tersingkap kabut yang tebal Rumput - rumput basah terdebgar nyaring saat langkah kaki kerap menemuimu lalu.... ku serahkan sepucuk stanza ini untuk kau nikmati bersama secangkir kopi