Puisi Aliana
Sabtu, 23 Februari 2013
Kenapa
Kau membuat hari bercadar
, menutup rapat setiap jendela dan pintu.
Melihat itu,
ku tenbak mati mentari, agar tiada lagi terang di muka bumi
hingga tak terlihat segala rupa
mungkin itu maumu...
biarkan air mata mengalir begitu saja...
Tanpa aku harus tahu kapan akan berhenti, dan itu kenapa ??
SEPUCUK STANZA DI DAUN KERING
Sepucuk stanza di daun kering
berisi larik pujian
untuk seorang yang telah lama dikenal
di tulis dengan tinta embun masih segar dan bening
Saat itu ....
pagi menyeruak dari timur
masih tersingkap kabut yang tebal
Rumput - rumput basah terdebgar nyaring
saat langkah kaki kerap menemuimu
lalu....
ku serahkan sepucuk stanza ini
untuk kau nikmati bersama secangkir kopi
Senin, 02 Juli 2012
Bayang Samar
Masihkah resah itu ada
Dalam kegelapan selalu dan selalu
Menikmati mimp-mimpi indah semu
Sekarang !!!
Mimpi itu sungguh menjadi nyata
meski tanpa ada kepastian
Setidaknya !!!
Itu bisa menghilangkan sedikit resah
di tengah kesendirianku
Pada sepucuk bayang yang samar
Aku mampu mengenali raut wajah itu !
itu adalah wajah yang setiap malam terimpukan
PUDAR
Bayang-bayangmu memudar
terkurai cahaya lepas
tubuhmu menguap
seperti bensin tertusuk panas
tak tersisa fana fatamorgana
habos terkikis angin yang membelai sukma
jiwaku mulai meronta
masih mengelus dada tak percaya
musnah, punah tak berdaya aku
lantas, lambaian tangnku
masih mengusap mata
Bayangku bayangmu
Kunyatakan byang itu,
untk menumpah ruah dn memecah keheningan.
Masih menyapa meski dlam kebisuan,
mash tertawa byang itu meski tak bersuara.
Masih terlihat jelas dn nyata meski rupamu semu,
bernyanyilah wahai byangku, ikuti setiap melodi sunyi.
Menarilah bayangku.. Ku twu berat setiap gerak tbuhku..
Aku menantang sunyi agar terpecah senyap yg menyapa,
aku menantang byang tubuhku untk pergi menjumpainya disana,,,
kuikhlaskan byangku tuk pergi bersama byangnya.
Jumat, 29 Juni 2012
Kerapuhanku
Kerapuhanku
Ketika cinta itu hadir aku bisa bergeming dlam lamunan,
dan aku akan tertawa dlam angan.
Dan ketika cinta itu pergi langitpun serasa runtuh
menimpaku yang rapuh tanpamu.
Kini ku benar-benar termangu akan kepergianmu.
Tapi ku yakin ini hanya sementara.
Selama dunia berputar...
Selama itupun kerapuhanku akan pudar.
Selasa, 10 April 2012
WE SHOULD BE A FRIENDS
WE SHOULD BE A FRIENDS
Meski hati ini tak bisa di bohongi
Akan cinta yang bersemi...
Tapi....
aku akan telan sendiri sebagai pil pahit pengobat
besarnya persahabatan
biar sendiri ku simpan dalam bingkai hati
yang teramat dalam dan teramat indah..
Bahwa sahabat itu segalanya bagiku...
kau sahabatku....
akan selalu hadir dalam setiap suasana
kau sahabatku....
akan selalu ada dalam setiap rasa..
Susah, senang, sedih dan tawa
Biar saja menjadi warna
dalam sebuah cerita persahabatan kita
Langganan:
Postingan (Atom)