Bayang-bayangmu memudar
terkurai cahaya lepas
tubuhmu menguap
seperti bensin tertusuk panas
tak tersisa fana fatamorgana
habos terkikis angin yang membelai sukma
jiwaku mulai meronta
masih mengelus dada tak percaya
musnah, punah tak berdaya aku
lantas, lambaian tangnku
masih mengusap mata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar